Senin, 13 Maret 2017

Kisah Seorang Gadis

KISAH SEORANG GADIS 

Sudah dua minggu lebih Gabul menjadi siswa baru di SMAN 2 Magelang, dan hari ini hari selasa, hari yang sulit untuknya, karena hari ini ada pelajaran matematika dan ditambah ia belum mengerjakan tugas dari Bu Dewi, guru matematikanya, ia pun gelisah karena belum mengerjakan tugas. Pelajaran matematika dimulai, Bu Dewi langsung melihat satu per satu pekerjaan siswa 10 teknik pengelasan atau kelas Gabul, saat melihat hasil pekerjaan siswa, Bu Dewi melihat buku Gabul masih kosong, dan ternyata ia belum mengerjakan tugas.
“Tugas kamu mana?” Tanya Bu Dewi
“Saya…Saya belum mengerjakan Bu” Jawab Gabul
“Kenapa kamu belum mengerjakan?” Tanya Bu Dewi lagi
Gabul hanya menunduk dan hanya bisa diam, lalu Bu Dewi menyuruhnya ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas, ia pun pergi ke perpustakaan sendirian karena hanya dia yang belum mengerjakan tugas, sesampainya disana, ia sedikit kaget karena di perpustakaan tidak ada satu siswa pun kecuali dirinya, maklum karena ini jam pelajaran ke 3-4 dan ia hanya ditemani Bapak guru penjaga perpustakaan. Gabul hanya duduk dan mengotak-atik pulpennya karena ia tidak tahu cara mengerjakannya.

Sampai jam pelajaran matematika selesai ia belum juga mengerjakan satu soal pun, ia malah pergi ke kantin untuk membeli makanan. Setelah dari kantin, ia kembali ke perpustakaan untuk mengambil bukunya, pada saat itu ia melihat ada seorang gadis di antara kedua rak buku, ia pun memendang gadis itu karena ia belum pernah melihat gadis itu sebelumnya, karena baru dua minggu ia bersekolah di SMAN 2 Magelang. Kemudian gadis itu mengambil buku dan duduk di tempat membaca, yang semula Gabul ingin keluar dari perpustakaan, ia berubah pikiran ia mendekati gadis itu dan ia duduk di sampingnya, lalu ia menyapa gadis itu.
“Hay” Sapa Gabul. Namun gadis itu hanya diam seolah-olah tidak mendengar
“Hay, aku bicara sama kamu” Kata Gabul. Tanpa menjawab gadis itu malah pergi meninggalkan Gabul
“Eeeeeeh tuh cewek, ditanyain malah pergi” Kata Gabul dengan sedikit bingung
Dengan rasa kesal, Gabul keluar dari perpustakaan dan ia bersimpangan dengan seorang gadis, kemudian ia menanyakan gadis yang ada di perpustakaan.
“Eh tunggu sebentar” Kata Gabul
“Iya”
“Aku mau tanya sama kamu?, kamu kenal nggak sama cewek yang di dalam itu?” Tanya Gabul sambil
menunjuk gadis yang ada di dalam perpustakaan
“O… itu iya aku kenal”
“Namanya siapa?
“Shiren”
“O… jadi namanya Shiren, makasih ya”
“Sama-sama”

Hari berikutnya, Gabul ingin pergi ke perpustakaan lagi karena ia masih penasaran pada gadis itu. Pada saat istirahat Gabul langsung pergi ke perpustakaan, saat ia berjalan menuju perpustakaan, ada salah satu temannya mengikuti dan ingin mengajaknya ke kantin.
“Bul ke kantin yuk”
“Nggak deh, loe duluan aja”
“Emangnya loe mau kemana?”
“Ke perpustakaan”
“Sejak kapan loe suka ke perpustakaan?”
“Sejak dihukum kemarin, ya udah gue duluan”
Kemudian Gabul meneruskan langkahnya untuk pergi ke perpustakaan dan berharap gadis itu juga ada disana. Dan tebakannya benar, gadis itu ada di perpustakaan, ia pun mendekat dan duduk disamping gadis itu, tetapi gadis itu tidak menghiraukan Gabul yang ada disebelahnya, Gabul memanggil namanya seperti yang diberi tahu gadis kemarin.
“Hay Shiren” Sapa Gabul, gadis itu terlihat kebingungan saat Gabul memanggil namanya
“Hay Shiren”
“Darimana kamu tau nama aku?
“Itu sih mudah, kamu mau tau nggak nama aku siapa?
“Nggak makasih”
“Jutek amat sih jadi cewek”
“Kamu nyebelin ya” Kata Shiren, kemudian ia langsung berdiri dan meninggalkan Gabul
“Yaaaah ditinggal lagi”

Besok harinya, Gabul pergi ke perpustakaan lagi dan dengan alasan yang sama, karena ia masih penasaran pada Shiren, gadis cantik yang memikat hatinya pada pandangan pertama. Hari ini ia mencoba hati-hati untuk bicara dengan Shiren karena Ia tau bahwa Shiren gadis yang jutek, dan alhasil Shiren mau bicara dengannya.
“Kejuruan kamu apa? Tanya Gabul
“Instalasi listrik”
“O… instalasi listrik”
“Aku mau tanya sama kamu?, sebenarnya mau kamu apa sih selalu gangguin aku?”
“Aku pengen deket aja sama kamu”
“Deket. Ini kan kita udah deket, duduknya aja bersebelahan”
“Bukan deket begini yang aku maksud, tapi deket dalam hubungan”
“Hubungan?”
“Iya”

Setelah Gabul mulai dekat dengan Shiren, setiap hari ia selalu ke perpustakaan dan sudah pasti Shiren yang ditujunya. Lama-kelamaan Shiren berteman baik dengan Gabul, dan sudah mulai tidak cuek pada Gabul. Tetapi di sisi lain ada Reza teman satu kelas Shiren melihat hubungan mereka berdua. Pada suatu saat, waktu kelas Shiren ada pelajaran di bengkel, Reza bertanya pada Shiren tentang Gabul, Shiren hanya menjawab bahwa Gabul adalah teman biasa, bukan siapa-siapa baginya. Tetapi waktu terus berlalu, Shiren merasakan ada rasa yang aneh jika ia dekat dengan Gabul, apalagi saat Gabul mengajaknya dinner untuk yang pertama kali.
“Shiren”
“Iya, ada apa sih Dit?”
“Nanti malam kan malam minggu, kamu mau nggak diner sama aku, makan malam gitu” Kata Gabul. Shiren kaget saat Gabul mengajaknya dinner nanti malam, ia hanya pura-pura biasa saja pada Gabul dan menutupi perasaan bahagianya itu.
“Gimana, kok kamu diem aja?”
“Boleh”
“Nanti malam aku jemput ya”

Kemudian malam harinya Gabul menjemput Shiren, ternyata makan malam itu di rumah Gabul bersama dengan keluarganya. Acara makan malampun berlangsung meriah dikarenakan ayah Gabul yang humoris.
“Gajah terbang kelihatan apanya?”
“Apanya om?”
“Kelihatan bohongnya’’
Gadis itu tertawa ngakak. Suaranya khas. Suara itu yang kadang membuat Gabul dan ibunya senewen. “Ah, dulu ibumu ngidam burung kutilang, ya, “tanya bapaknya.
“Wow, enak saja Bapak bilang, nggak Pak. Yang bener burung kuntul, “ timpal Shiren sambil meringkikkan tertawa.

Setelah makan malam selesai Gabul mengantar Shiren pulang ke rumahnya. Shirenpun merasa sangat senang dan bahagia saat dia diajak makan malam di rumah Gabul bersama keluarganya

“Makasih ya Bul”
“Iya Ren”
“Pokoknya malam tadi nggak terlupakan”
“Iya Ren, Selamat tidur yaa mimpi indah”


Setelah kejadian malam itu Shiren dan Gabul menjadi akrab dan menjadi pasangan kekasih.khasnya