KISAH SEORANG GADIS
Sudah dua minggu lebih Gabul
menjadi siswa baru di SMAN 2 Magelang, dan hari ini hari selasa, hari yang
sulit untuknya, karena hari ini ada pelajaran matematika dan ditambah ia belum
mengerjakan tugas dari Bu Dewi, guru matematikanya, ia pun gelisah karena belum
mengerjakan tugas. Pelajaran matematika dimulai, Bu Dewi langsung melihat satu
per satu pekerjaan siswa 10 teknik pengelasan atau kelas Gabul, saat melihat
hasil pekerjaan siswa, Bu Dewi melihat buku Gabul masih kosong, dan ternyata ia
belum mengerjakan tugas.
“Tugas kamu mana?” Tanya Bu Dewi
“Saya…Saya belum mengerjakan Bu” Jawab Gabul
“Kenapa kamu belum mengerjakan?” Tanya Bu Dewi lagi
“Tugas kamu mana?” Tanya Bu Dewi
“Saya…Saya belum mengerjakan Bu” Jawab Gabul
“Kenapa kamu belum mengerjakan?” Tanya Bu Dewi lagi
Gabul hanya menunduk dan hanya bisa diam, lalu Bu Dewi menyuruhnya ke
perpustakaan untuk mengerjakan tugas, ia pun pergi ke perpustakaan sendirian
karena hanya dia yang belum mengerjakan tugas, sesampainya disana, ia sedikit
kaget karena di perpustakaan tidak ada satu siswa pun kecuali dirinya, maklum
karena ini jam pelajaran ke 3-4 dan ia hanya ditemani Bapak guru penjaga perpustakaan.
Gabul hanya duduk dan mengotak-atik pulpennya karena ia tidak tahu cara
mengerjakannya.
Sampai jam pelajaran matematika
selesai ia belum juga mengerjakan satu soal pun, ia malah pergi ke kantin untuk
membeli makanan. Setelah dari kantin, ia kembali ke perpustakaan untuk
mengambil bukunya, pada saat itu ia melihat ada seorang gadis di antara kedua
rak buku, ia pun memendang gadis itu karena ia belum pernah melihat gadis itu
sebelumnya, karena baru dua minggu ia bersekolah di SMAN 2 Magelang. Kemudian gadis
itu mengambil buku dan duduk di tempat membaca, yang semula Gabul ingin keluar
dari perpustakaan, ia berubah pikiran ia mendekati gadis itu dan ia duduk di
sampingnya, lalu ia menyapa gadis itu.
“Hay” Sapa Gabul. Namun gadis itu hanya diam seolah-olah tidak mendengar
“Hay, aku bicara sama kamu” Kata Gabul. Tanpa menjawab gadis itu malah pergi meninggalkan Gabul
“Eeeeeeh tuh cewek, ditanyain malah pergi” Kata Gabul dengan sedikit bingung
Dengan rasa kesal, Gabul keluar dari perpustakaan dan ia bersimpangan dengan seorang gadis, kemudian ia menanyakan gadis yang ada di perpustakaan.
“Eh tunggu sebentar” Kata Gabul
“Iya”
“Aku mau tanya sama kamu?, kamu kenal nggak sama cewek yang di dalam itu?” Tanya Gabul sambil
menunjuk gadis yang ada di dalam perpustakaan
“O… itu iya aku kenal”
“Namanya siapa?
“Shiren”
“O… jadi namanya Shiren, makasih ya”
“Sama-sama”
“Hay” Sapa Gabul. Namun gadis itu hanya diam seolah-olah tidak mendengar
“Hay, aku bicara sama kamu” Kata Gabul. Tanpa menjawab gadis itu malah pergi meninggalkan Gabul
“Eeeeeeh tuh cewek, ditanyain malah pergi” Kata Gabul dengan sedikit bingung
Dengan rasa kesal, Gabul keluar dari perpustakaan dan ia bersimpangan dengan seorang gadis, kemudian ia menanyakan gadis yang ada di perpustakaan.
“Eh tunggu sebentar” Kata Gabul
“Iya”
“Aku mau tanya sama kamu?, kamu kenal nggak sama cewek yang di dalam itu?” Tanya Gabul sambil
menunjuk gadis yang ada di dalam perpustakaan
“O… itu iya aku kenal”
“Namanya siapa?
“Shiren”
“O… jadi namanya Shiren, makasih ya”
“Sama-sama”
Hari berikutnya, Gabul ingin pergi
ke perpustakaan lagi karena ia masih penasaran pada gadis itu. Pada saat
istirahat Gabul langsung pergi ke perpustakaan, saat ia berjalan menuju
perpustakaan, ada salah satu temannya mengikuti dan ingin mengajaknya ke
kantin.
“Bul ke kantin yuk”
“Nggak deh, loe duluan aja”
“Emangnya loe mau kemana?”
“Ke perpustakaan”
“Sejak kapan loe suka ke perpustakaan?”
“Sejak dihukum kemarin, ya udah gue duluan”
“Bul ke kantin yuk”
“Nggak deh, loe duluan aja”
“Emangnya loe mau kemana?”
“Ke perpustakaan”
“Sejak kapan loe suka ke perpustakaan?”
“Sejak dihukum kemarin, ya udah gue duluan”
Kemudian Gabul meneruskan langkahnya untuk pergi ke perpustakaan dan berharap
gadis itu juga ada disana. Dan tebakannya benar, gadis itu ada di perpustakaan,
ia pun mendekat dan duduk disamping gadis itu, tetapi gadis itu tidak
menghiraukan Gabul yang ada disebelahnya, Gabul memanggil namanya seperti yang
diberi tahu gadis kemarin.
“Hay Shiren” Sapa Gabul, gadis itu terlihat kebingungan saat Gabul memanggil namanya
“Hay Shiren”
“Darimana kamu tau nama aku?
“Itu sih mudah, kamu mau tau nggak nama aku siapa?
“Nggak makasih”
“Jutek amat sih jadi cewek”
“Kamu nyebelin ya” Kata Shiren, kemudian ia langsung berdiri dan meninggalkan Gabul
“Yaaaah ditinggal lagi”
“Hay Shiren” Sapa Gabul, gadis itu terlihat kebingungan saat Gabul memanggil namanya
“Hay Shiren”
“Darimana kamu tau nama aku?
“Itu sih mudah, kamu mau tau nggak nama aku siapa?
“Nggak makasih”
“Jutek amat sih jadi cewek”
“Kamu nyebelin ya” Kata Shiren, kemudian ia langsung berdiri dan meninggalkan Gabul
“Yaaaah ditinggal lagi”
Besok harinya, Gabul pergi ke
perpustakaan lagi dan dengan alasan yang sama, karena ia masih penasaran pada Shiren,
gadis cantik yang memikat hatinya pada pandangan pertama. Hari ini ia mencoba
hati-hati untuk bicara dengan Shiren karena Ia tau bahwa Shiren gadis yang
jutek, dan alhasil Shiren mau bicara dengannya.
“Kejuruan kamu apa? Tanya Gabul
“Instalasi listrik”
“O… instalasi listrik”
“Aku mau tanya sama kamu?, sebenarnya mau kamu apa sih selalu gangguin aku?”
“Aku pengen deket aja sama kamu”
“Deket. Ini kan kita udah deket, duduknya aja bersebelahan”
“Bukan deket begini yang aku maksud, tapi deket dalam hubungan”
“Hubungan?”
“Iya”
“Kejuruan kamu apa? Tanya Gabul
“Instalasi listrik”
“O… instalasi listrik”
“Aku mau tanya sama kamu?, sebenarnya mau kamu apa sih selalu gangguin aku?”
“Aku pengen deket aja sama kamu”
“Deket. Ini kan kita udah deket, duduknya aja bersebelahan”
“Bukan deket begini yang aku maksud, tapi deket dalam hubungan”
“Hubungan?”
“Iya”
Setelah Gabul mulai dekat
dengan Shiren, setiap hari ia selalu ke perpustakaan dan sudah pasti Shiren
yang ditujunya. Lama-kelamaan Shiren berteman baik dengan Gabul, dan sudah
mulai tidak cuek pada Gabul. Tetapi di sisi lain ada Reza teman satu kelas Shiren
melihat hubungan mereka berdua. Pada suatu saat, waktu kelas Shiren ada
pelajaran di bengkel, Reza bertanya pada Shiren tentang Gabul, Shiren hanya
menjawab bahwa Gabul adalah teman biasa, bukan siapa-siapa baginya. Tetapi
waktu terus berlalu, Shiren merasakan ada rasa yang aneh jika ia dekat dengan Gabul,
apalagi saat Gabul mengajaknya dinner untuk yang pertama kali.
“Shiren”
“Iya, ada apa sih Dit?”
“Nanti malam kan malam minggu, kamu mau nggak diner sama aku, makan malam gitu” Kata Gabul. Shiren kaget saat Gabul mengajaknya dinner nanti malam, ia hanya pura-pura biasa saja pada Gabul dan menutupi perasaan bahagianya itu.
“Gimana, kok kamu diem aja?”
“Boleh”
“Nanti malam aku jemput ya”
“Shiren”
“Iya, ada apa sih Dit?”
“Nanti malam kan malam minggu, kamu mau nggak diner sama aku, makan malam gitu” Kata Gabul. Shiren kaget saat Gabul mengajaknya dinner nanti malam, ia hanya pura-pura biasa saja pada Gabul dan menutupi perasaan bahagianya itu.
“Gimana, kok kamu diem aja?”
“Boleh”
“Nanti malam aku jemput ya”
Kemudian malam harinya Gabul
menjemput Shiren, ternyata makan malam itu di rumah Gabul bersama dengan
keluarganya. Acara makan malampun berlangsung meriah dikarenakan ayah Gabul
yang humoris.
“Gajah terbang kelihatan
apanya?”
“Apanya om?”
“Kelihatan bohongnya’’
Gadis itu tertawa ngakak.
Suaranya khas. Suara itu yang kadang membuat Gabul dan ibunya senewen. “Ah,
dulu ibumu ngidam burung kutilang, ya, “tanya bapaknya.
“Wow, enak saja Bapak bilang,
nggak Pak. Yang bener burung kuntul, “ timpal Shiren sambil meringkikkan
tertawa.
Setelah makan malam selesai Gabul mengantar Shiren
pulang ke rumahnya. Shirenpun merasa sangat senang dan bahagia saat dia diajak
makan malam di rumah Gabul bersama keluarganya
“Makasih ya Bul”
“Iya Ren”
“Pokoknya malam tadi nggak terlupakan”
“Iya Ren, Selamat tidur yaa mimpi indah”
Setelah kejadian malam itu Shiren dan Gabul menjadi
akrab dan menjadi pasangan kekasih.khasnya